Pengumuman penerimaan siswa baru
SMA N 1 Salatiga udah selesai. Hmmm walaupun nungguinnya sampe ”ngoyot” plus
kerjaannya browsing web smanssaaaaa mulu. Sempat ngebuatku down banget
melihat peringkat yang merosot jauuuuh ditambah banget saat seleksi
tahap 1. Tentu saja nasihat-nasihat dari orang-orang terdekat membuatku kembali
bersemangat. Dan, akhirnyaaa tinggal nunggu pembagian kelas deh.
Malam itu (sebelum paginya
bertemu calon teman-teman sekelasku) aku buka FesBuk. Kubaca notif
satu-persatu. Taradhinta Suryandari. Yah, langsung saja aku membukanya.
Ternyata dia mengirim sesuatu ke dindingku.
Paginya…
Karena masih sangat awam Salatiga, pas hampir sampe sekolah
(menurutku dulu, itu udah deket sekolah, padahal masih jauh hloh XD), aku mau
berdiri, ngga jadi, berdiri, ngga jadi, sampe ada seorang siswi dari lain
sekolah memperhatikanku dengan tatapan aneh
(aneh dari Hongkong?????). Akhirnya nyampe juga deh di Salatiga State
Senior High School 1 :D
Sampai di gerbang,
Aku pun memutuskan untuk berdiri
di depan papan pengumuman, sendiri (lagi). Tiba-tiba aja ada seorang
anak ngajak kenalan. Namanya Ratih (dan akhirnya kuketahui juga kalo namanya
yang bener Ratri) #apadeh --’
Setelah itu kami pun memasuki
ruang kelas baru. Yay (dalam keadaan masih belum kenal). Sungguh malang
nasibku, aku duduk sendirian dibangku nomor dua dari depan. #tragis5 Ya
memang sih jumlah siswi di kelasku ganjil. Aku lihat sekeliling. (ekspresi
–agak- kaget) Eh, ada dia! Dia kan yang pas pendaftaran sama tes duduk di
depanku. Ah, masa bodo :p
Tentu saja kami semua belum kenal
satu sama lain. Lalu, datanglah Mbak Meutia dan Mas Magma, pendamping MOS &
MPO kami nanti :D Tak hanya mereka, ada juga Mas Yogi & Mbak Azzahra dari
kelas XI (tapi pas hari pertama itu Mbak Azza ngga ada). Mas Magma menyuruh
kami maju satu-satu memperkenalkan diri. Yang maju pertama namanya Aji Masa’id
–aku langsung hafal karena namanya sama kayak alm. artis wkwk-. Terus dilanjut
sampe absen terakhir. Organisasi kelas langsung dibentuk saat itu juga dan
akulah yang bertugas memilih calon ketua kelas bersama Dhinta, Tesa, dan Lena
(kan ngga kenalll). Dan karena ketidakkenalanku pada
mereka itu aku asal pilih aja deh (aku milih seseorang yang akhirnya
benar-benar menjadi ketua di kelasku, Ristian
Dika). Kemudian terpilih Safira Jannah Azzarina & Candra Melania
sebagai sekretaris (dipilih berdasarkan hasil tulisan di whiteboard), lalu
Bella Pertiwi Putri & Ni Made Wili Septiarini sebagai bendahara kelas. Si
Mas Yogi kemudian nanya ke kita, apa nama kelas X7 pas MOS & MPO nanti.
Kami pun mulai berdiskusi. Dari situlah awalnya kami berbincang satu sama lain.
Ada yang usul namanya SEJUTA, tapi agak aneh. Gugur deh nama itu. Trus ehm
apalagi ya? Wkwk lupa ane. O iya nama itu diusulkan oleh Axel Priya Mahardika.
Lanjut ke materi tentang MOS & MPO, mas & mbak pendamping menjelaskan
tentang apa saja yang harus dipersiapkan. Untungnya sistem di SMANSSA adalah...
satu kelas bikinnya bareng-bareng, pake duit bareng-bareng. Yuhuuuu... kan
ngga rempong bo :D Aku cuma kebagian bawa karton
15 lembar. Enteng banget kan? Hahahahaha. Barang-barang itu harus
dibawa besok Minggu paginya untuk menyicil pembuatan atribut MPO. Karena banyak
teman yang pergi ke gereja dulu, kami sepakat acara (jiah) dimulai pukul 10.
Ternyata kelas kami mendapat bagian warna PINK loh
untuk semua atribut. aaaa tidak.
Batinku di akhir pertemuan pertama, ”Ni kelas orangnya
aneh-aneh deh, namanya juga ANEH! Agama beda-beda ngga masalah bagiku, kan malah
seru. Yang penting semoga mereka bisa bersosialisasi dengan baik.” Ya,
begitulah kelasku. Ada
yang Islam, Kristen, Katholik sampe Hindu. Ada
yang asalnya dari Ungaran, Sragen, Jogja, Lombok ,
Lumajang, etc. Multikultural banget ga sih tuuu??? Hohoho. Sebelum pulang kami
saling tukar nomor HP dan sempat smsan. Pulangnya aku bareng teman baruku,
Ratri, walau cuma sampe pertigaan --‘
Dannnnnn, nama sementara
kelas baru kami adalah... SETU SORE #tepuk
tangan riuhhhh (aneh banget yg kasih nama).




0 komentar:
Posting Komentar