BERTEMU MEREKA

Pengumuman penerimaan siswa baru SMA N 1 Salatiga udah selesai. Hmmm walaupun nungguinnya sampe ”ngoyot” plus kerjaannya browsing web smanssaaaaa mulu. Sempat ngebuatku down banget melihat peringkat yang merosot jauuuuh ditambah banget saat seleksi tahap 1. Tentu saja nasihat-nasihat dari orang-orang terdekat membuatku kembali bersemangat. Dan, akhirnyaaa tinggal nunggu pembagian kelas deh.

Malam itu (sebelum paginya bertemu calon teman-teman sekelasku) aku buka FesBuk. Kubaca notif satu-persatu. Taradhinta Suryandari. Yah, langsung saja aku membukanya. Ternyata dia mengirim sesuatu ke dindingku.
” Nama lengkapmu Naili Mawadda ya? Kamu X7, sekelas mbek aku” (bahasamu to dhint XD). Wew, batinku saat itu. Aku bakal sekelas sama rival lombaku pas SD dulu. Hanya seorang saja calon temen sekelas yang baru kukenal #tragis memang

Paginya…
Deredengggg
Hari pertama dimana aku bakal ketemu sama calon temen yang nantinya (bahasa tidak efektif, zzzz ) setahun ke depan sekelas denganku. Oh my Allah... semoga mereka baik. Aku pun segera bersiap mengenakan seragam SMP eh, MTs. lengkap dengan jilbab paris melilit di kepalaku. Karena udah gede (padahal masih 15 tahun, huwaaaa) aku cuma diantar sampe pertigaan Karangjati, dilanjut nunggu angkotan datang dan menaikinya SENDIRIAN #tragis2

Karena masih sangat awam Salatiga, pas hampir sampe sekolah (menurutku dulu, itu udah deket sekolah, padahal masih jauh hloh XD), aku mau berdiri, ngga jadi, berdiri, ngga jadi, sampe ada seorang siswi dari lain sekolah memperhatikanku dengan tatapan aneh (aneh dari Hongkong?????). Akhirnya nyampe juga deh di Salatiga State Senior High School 1 :D

Sampai di gerbang,
Shhhhh Vega mana ya? (pas awal masuk cuma Vega yang aku kenal selain Gigih-dia temen SDku-, soalnya kita sama-sama ga punya temen) wkwkwk #tragis3
Aku coba sms dia berkali-kali, tapi dianya ngga nyampe-nyampe di sekolah. Ya, jadilah seorang Naili Mawadda yang ngga kenal siapa-siapa di tempat yang sangat asing baginya, plonga-plongo ngga jelas. Paling cuma ngobrol sama temen satu ruangan tes, dengan pertanyaan bertipe sama, ”Kelas X berapa?” bzzzzz Vega lama deh.

Aku pun memutuskan untuk berdiri di depan papan pengumuman, sendiri (lagi). Tiba-tiba aja ada seorang anak ngajak kenalan. Namanya Ratih (dan akhirnya kuketahui juga kalo namanya yang bener Ratri) #apadeh --’
Ngga cuma dia, ada juga beberapa anak lain –cewe- yang ngajak kenalan. Ada juga yang namanya Rossy (tapi belakangan aku manggilnya Lena)- Magdalena Rossy Resita-. Dan untungnya ternyata mereka bakal satu kelas sama aku, 
#yeeeyy XD
Lalu kami –calon siswa-siswi SMANSSA- pun dibariskan di lapangan rumput (RSBI  tapi lapangannya masih tanah, rumput keluar dikit-dikit #alamakkeceplosan). Disana kami dibariskan menurut kelas masing-masing. Ya Allah, ngga ada yang aku kenal. Masya Allah banget yah. #tragis4. Disitu Pak ehmm.. pak siapa gitu, lupa. wkwk -tapi inget wajahnya kok- pidato gitu deh, pake English. Huwouwouwo
Pas ditengah-tengah pidato, eh si Vega baru nongol (tiwas ngoyot sing ngenteni).

Setelah itu kami pun memasuki ruang kelas baru. Yay (dalam keadaan masih belum kenal). Sungguh malang nasibku, aku duduk sendirian dibangku nomor dua dari depan. #tragis5 Ya memang sih jumlah siswi di kelasku ganjil. Aku lihat sekeliling. (ekspresi –agak- kaget) Eh, ada dia! Dia kan yang pas pendaftaran sama tes duduk di depanku. Ah, masa bodo :p

Tentu saja kami semua belum kenal satu sama lain. Lalu, datanglah Mbak Meutia dan Mas Magma, pendamping MOS & MPO kami nanti :D Tak hanya mereka, ada juga Mas Yogi & Mbak Azzahra dari kelas XI (tapi pas hari pertama itu Mbak Azza ngga ada). Mas Magma menyuruh kami maju satu-satu memperkenalkan diri. Yang maju pertama namanya Aji Masa’id –aku langsung hafal karena namanya sama kayak alm. artis wkwk-. Terus dilanjut sampe absen terakhir. Organisasi kelas langsung dibentuk saat itu juga dan akulah yang bertugas memilih calon ketua kelas bersama Dhinta, Tesa, dan Lena (kan ngga kenalll). Dan karena ketidakkenalanku pada mereka itu aku asal pilih aja deh (aku milih seseorang yang akhirnya benar-benar menjadi ketua di kelasku, Ristian Dika). Kemudian terpilih Safira Jannah Azzarina & Candra Melania sebagai sekretaris (dipilih berdasarkan hasil tulisan di whiteboard), lalu Bella Pertiwi Putri & Ni Made Wili Septiarini sebagai bendahara kelas.  Si Mas Yogi kemudian nanya ke kita, apa nama kelas X7 pas MOS & MPO nanti. Kami pun mulai berdiskusi. Dari situlah awalnya kami berbincang satu sama lain. Ada yang usul namanya SEJUTA, tapi agak aneh. Gugur deh nama itu. Trus ehm apalagi ya? Wkwk lupa ane. O iya nama itu diusulkan oleh Axel Priya Mahardika. Lanjut ke materi tentang MOS & MPO, mas & mbak pendamping menjelaskan tentang apa saja yang harus dipersiapkan. Untungnya sistem di SMANSSA adalah... satu kelas bikinnya bareng-bareng, pake duit bareng-bareng. Yuhuuuu... kan ngga rempong bo :D Aku cuma kebagian bawa karton 15 lembar. Enteng banget kan? Hahahahaha. Barang-barang itu harus dibawa besok Minggu paginya untuk menyicil pembuatan atribut MPO. Karena banyak teman yang pergi ke gereja dulu, kami sepakat acara (jiah) dimulai pukul 10. Ternyata kelas kami mendapat bagian warna PINK loh untuk semua atribut. aaaa tidak.

Batinku di akhir pertemuan pertama, ”Ni kelas orangnya aneh-aneh deh, namanya juga ANEH! Agama beda-beda ngga masalah bagiku, kan malah seru. Yang penting semoga mereka bisa bersosialisasi dengan baik.” Ya, begitulah kelasku. Ada yang Islam, Kristen, Katholik sampe Hindu. Ada yang asalnya dari Ungaran, Sragen, Jogja, Lombok, Lumajang, etc. Multikultural banget ga sih tuuu??? Hohoho. Sebelum pulang kami saling tukar nomor HP dan sempat smsan. Pulangnya aku bareng teman baruku, Ratri, walau cuma sampe pertigaan --‘
Dannnnnn,  nama sementara kelas baru kami adalah... SETU SORE #tepuk tangan riuhhhh (aneh banget yg kasih nama).


0 komentar:



Posting Komentar